In Curhat Random

HAPPY EID MUBARAK! 1435 H

Alhamdulillah kita sudah melewati sebulan berpuasa dengan baik. Ramadan mungkin sudah berakhir, tapi pesonanya selalu membekas di hati. Semoga kita bisa bertemu tahun depan!

Ini lebaran ketiga tanpa almarhum yangkung. Dan lebaran yang-entah-keberapa tanpa almarhum mbahkung sama almarhumah mbahtri (yang aku tidak pernah tau seperti apa orangnya :')) alhamdulillah yangti masih diberi kesehatan, dan bisa berkumpul bersama cucu-cucunya.

Lebaran kali ini sepi. Pakde yang dari Medan mudik ke keluarga di Garut. Om sama Mas yang di Jakarta nggak mudik ke Wlingi, katanya mau menikmati kesunyian Jakarta (padahal di tv katanya Jakarta masih macet haha) yang penting pendapatan tahun ini nggak merosot lah ya \m/

Ohya! Saya sekeluarga mohon maaf lahir dan batin, baik disengaja atau tidak. Minal aidzin wal faidzin. {} taqabalallahuminna waminkum. Taqabal yaa kariim.

(Saya sudah minta maaf, terserah kalian mau memaafkan atau tidak. Tapi kata ustadz kalau saya sudah minta maaf tapi nggak dimaafin, sama Allah udah dimaafin duluan kok hahaa)

Idul Fitri. Kembali bersih. Bismillah, saya akan meninggalkan sifat-sifat anak kecil yang tahun kemarin mungkin masih menonjol. Ganti penampilan, attitude, dan rajin belajar. Baik-baik menyusun skala prioritas dan tahu mana yang baik dan buruk.

Saya sudah SMA. Resmi diterima sebagai penduduk Bhumi Mitreka Satata 16 Juli kemarin, setelah melewati serangkaian kegiatan MOPDB yang berkesan istimewa di hati {} bismillah semoga kehidupan SMA saya lancar dan menyenangkan yes \m/

I'm opening a new blank page of my life.

Forget the pain, life must go on. The backstabber just wanna make u better than today, girls.

See you next post! \m/

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Random

To all the people.

Tubuh tidak menjamin kedewasaanmu.

Emosi tidak menjamin kehalusan tutur katamu.

Rupa tidak menjamin watakmu.

So, keep your mind up.

Because you can never really fix a heart.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cinta

Doubt

Kamu berkata bahwa kamu menyukai hujan, tapi kamu selalu berlindung dibawah payungmu. Karena itulah aku ragu ketika kamu berkata bahwa kamu mencintaiku.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Curhat

Berjuang!

Kebetulan buka twitter.

Terus ada yang ngetweet  kalo pengumuman M3M udah keluar. Jelas lah aku (meskipun nggak ndaftar dan nggak tertarik masuk M3M) kaget banget. Lha katanya temen-temen yang ikutan tes M3M, pengumumannya baru besok. Kok sekarang udah diumumin?

Dengan hati dag-dig-dug serr... (entah karena apa) aku buka websitenya M3M dan dengan suwabar nunggu webnya buka.

Setelah muncul semua daftarnya, aku cari satu per satu namanya temen-temen. Satu, dua, tiga... Astaga, hampir keterima semua!  Bahkan aku liat beberapa nama teman-temen SD-ku disana :3

Alhamdulillah perjuanganmu gak sia-sia rek.

Err... Tapi jangan langsung percaya dulu deh. Tunggu aja besok, yang lebih resmi/? Tapi kemungkinan keterima udah tinggi banget kok. Secara kalian pinter-pinter semua.


Oke. Kalau begitu, sekarang giliranku untuk berjuang.

Secara, bebanku lebih berat, lebih besar, lebih beresiko, daripada kalian yang sudah keterima M3M.

Jadi, rek, doakan aku dan temen-temen yang mau masuk SMA biar diberi kekuatan dan nilai UN yang bagus, serta dimudahkan dalam mencari sekolah ya rek. Buat temen-temen yang nggak keterima M3M juga, semoga mereka diberi ketabahan dan nggak putus asa, ingat! Masih ada jalur reguler sama beasiswa rek!

Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin...



Asty Annisawati

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Flash Fiction

Little Things

Aku sedang sibuk menyalin tulisan yang ada di whiteboard  ketika seseorang menghantam kepalaku dengan... Penghapus?

"Hei, apa-apaan sih?" gerutuku tak terima pada seorang cowok yang duduk di bangku sebelahku.

Ia balas melirikku dengan matanya yang dingin itu. "Kenapa sih?" tanyanya malas sambil bertopang dagu.

"Pasti kamu yang nimpuk aku pake penghapus, iya kan?"

"Emang kenapa?"

"Sakit woy."

"Emang sakit. Kok malah protes?"

Cih. Menyebalkan. "Apa maksudmu dengan melempariku penghapus, hm?"

Ia menaikkan kepalanya. Tubuhnya sekarang menghadap ke arahku. "Kamu kurang tidur." katanya. "Kamu jarang ketawa lagi. Jarang ngobrol. Kurang makan pula. Turun berapa kilo?"

Apaan sih? Memangnya ada yang salah dengan itu semua? "Urusanmu? Kok kamu yang malah repot?"

Ia tetap bertahan dengan tatapan dingin dan sikap diamnya. Aku diam, menunggunya menjawab argumenku yang baru saja kulontarkan.

Ia berbalik. Menghadap depan, lurus ke whiteboard yang kini polos. Merasa tak diacuhkan, aku menghentakkan kakiku kesal.

"Ck! Jawab pertanyaanku bisa nggak? Kamu"



"Aku kesepian."

Kemudian, dengan cueknya ia meninggalkanku yang masih diam atas jawabannya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Curhat Sekolah

Exams Make Me Crazy

Oke, sekarang 31 Maret dan itu artinya LIBUR! Oh oh but tomorrow is sorrow, still.

Bayangkan besok itu US IPA sama TIK! Kalo IPA udah terbiasa, soalnya kata bapak/ibu guru, kisi-kisinya sama kayak kisi-kisi UN :D tapi podo ae aku masih rada bingung ngapalin biology yang bab...

SISTEM SARAF

ZAT ADIKTIF

KINGDOM-KINGDOM gakjelas itu

Apalagi TIK kayaknya bakalan susah... -_- ah mendokusai, dengan kisi-kisi dari Rarabs (thx sooo much!) dan tiga buku komplit TIK EDISI REVISI (yang kelas 7 nyolong punya adek hahaa), aku... siap belajar sepenuh hati menghadapi US ini! Yeaaa GANBARE! TATAKAEEEE! Oke, dan penjas... OH PLEASE, TOPEK, MASA HARGANYA 10k?! DISCOUNT!

But,

Habis US masih ada TIGA tryout dan puncaknya adalah UJIAN NASIONAL (doakan saya sukses yaa readers) dan setelah UN itu ada Ujian Praktek (katanya sih), dan UAS!! OMG kenapa masih ada UAS coba?? Buat apa coba??

Ditambah job sebagai panitia alken telah menunggu setelah UN. Ditambah mengkoordinir anak-anak sekelas yang kadang susah banget diatur, plus para cowok kelasku yang masih shy-shy-cat kalo mau difoto (pengecualian buat beberapa anak)

Dan aku pengen nggambar. Dan aku pengen nulis. Dan aku pengen nge-stalk!

Huft, brace yourself

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Flash Fiction

Regret?

"Aku tidak suka ini..."

"Yeah, tapi mau bagaimana lagi?"

"Huum... Tapi aku... Ah, sudahlah. Terima kasih untuk semuanya."

"Aku minta maaf. Soredemo, kimi ni deatta, yokatta (Tapi, aku bahagia bisa bertemu denganmu) Terima kasih."

Tidak ada tepukan di kepala atau pun ciuman perpisahan. Saat aku mengangkat kepala, punggungnya yang lebar menghalangiku menatap wajahnya. Rambut acaknya menari ditiup angin musim gugur.

Aku terus memandang punggung itu. Berharap ia akan berbalik dan tersenyumtapi itu mustahil.

Merapatkan syal merah yang melilit leherku, aku memutar tubuhku. Menahan dingin dari terpaan angin musim gugur yang menusuk, kulangkahkan kaki meninggalkannya.

Aku tidak akan menangis. Lagipula, apa yang harus kutangisi?

Aku bahagia telah mengenalnya. Aku senang ia telah mengisi beberapa lembar hidupku yang kelabu. Aku tidak menyesal telah mencintainya.



Tapi, aku tidak rela ia meninggalkanku.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments